August 31, 2010

Tekanan yang Membantutkan Perkembangan Intelek Anak-anak...

Bismillahi walhamdulillah...

"j...a..., j....a..., jadi bunyi apa?" sang guru bertanya kepada anak kecil berusia 5 tahun itu.(menggunakan kaedah fonik buku Bacalah Anakku)

"ba," jawab si kecil ragu-ragu.

Sang guru mengerutkan alis keningnya.Ini sudah lebih 5 kali dia memberi 'klu' kepada si kecil,tapi jawapan si kecil semakin 'merapu'.

Dia jadi hairan.Sikecil itu bukan tidak tahu membaca,bahkan dia tergolong antara murid yang cerdas dan kini sedang membaca buku 6.Bagaimana tiba-tiba si kecil boleh jadi 'blurr' sebegitu..

Tidak berpuas hati,sang guru lalu menanyakan soalan yang sama pada teman-teman si kecil yang lain.Anehnya,semua memberikan jawapan yang 'merapu'! Sang guru bertambah hairan. Virus apa ini?

Emosi sang guru jadi terpancing.Keningnya tambah berkerut,renungan matanya semakin tajam,suaranya sedikit mengeras.Dia cuba memberi 'klu' lain yang lebih mudah agar anak-anak boleh menjawab dengan tepat,namun jawapan mereka tetap saja tersasar.



***********************

Teman-teman yang dirahmati Allah,

Apa yang dapat disimpulkan daripada kisah di atas?Mungkin anda juga pernah mempunyai pengalaman yang sama baik sebagai ibubapa atau sebagai guru tadika.

Si kecil bukan tidak tahu bahawa j...a...=ja. tetapi memori itu tertutup dek rasa takutnya pada reaksi sang guru.Psikologinya terganggu!Hal ini menyebabkan otaknya tidak dapat mentafsirkan simbol yang dilihatnya.

Kerana itu,sangat penting bagi sang guru untuk menjaga kestabilan emosi dan psikologi si kecil ketika proses pembelajarannya.Jangan dipaksakan.Memang adakala si kecil terlupa,tetapi jangan di tekan dengan mimik muka yang serius,renungan mata yang tajam dan suara yang meninggi.Hal itu sama sekali tidak akan membantu.



Cara sebaiknya,pastikan suasana pembelajaran berjalan dalam keadaan yang santai dan menyeronokkan.Jika berlaku keadaan seperti di atas,sebaiknya sang guru tidak memaksa sang anak untuk mengingati simbol tersebut.Lebih baik ditukar kepada aktiviti lain untuk meredakan ketegangan.Pendidikan anak-anak bukan semata-mata untuk mengejar target piawaian yang ditetapkan.

No comments:

Post a Comment