maha suci Allah,segala puji hanya bagiNya. sungguh besar rahmat dan kasih sayangMu,hanya mata hati ini kadang-kadang buta untuk menilai,terhijab dek gumpalan awan dosa.astaghfirullah,ampunkan aku ya Rabb.. madrasatul hayah-madrasah kehidupan,sungguh Allah mentarbiyah kita secara langsung melalui madrasatul hayah-melalui apa yang kita hadapi dalam kehidupan kita sehari-sehari. Jatuh sakit,kehilangan barangan berharga,terlewat bangun,dimarahi pensyarah,anak-anak di taska meragam, konflik dengan teman2,tersepak batu,motor pancit di tengah jalan - semuanya bernilai tarbiyah yang sangat berharga,terlalu amat berharga,apabila kita duduk,berfikir dan merenungkan hikmah di sebaliknya. nikmat yg sangat berharga-apabila Allah langsung menegur dan memberikan pencerahan atas kesilapan yg kita lakukan,subhanallah walhamdulillah.
"sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yg berperang di jalanNya dalam barisan yg teratur, seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh," (61;4)
Rasulullah saw sangat menekankan kekuatan ukhwah. sampai saja di madinah,langsung dipersaudarakannya antara kaum ansar dan muhajirin. begitu juga tatkala berlaku perselisihan antara abu bakar dan umar, bilal dan abu dzar-langsung rasulullah memberikan taujihnya,tidak dibiarkannya berlarutan. tatkala kaum ansar mula merasakan rasulullah telah kembali kepada kaumnya usai pembahagian ghanimah hunain, langsung rasulullah mengumpulkan semua kaum ansar,tak seorang pn muhajir yg dibenarkan ikut serta dalam pertemuan itu. lantas baginda berkhutbah,melunakkan semula hati-hati sahabat ansar,mencantas virus-virus ukhwah yg ditiup oleh sang munafik, mengalir air mata para sahabat sehingga membasahi janggut-jangut mereka..imam syahid hasan al-banna menekankan kekuatan ukhwah sebagai kekuatan kedua selepas kekuatan akidah,sebelum disusuli dengan kekuatan ketiga-kekuatan persenjataan.
ukhwah itu bukan dengan kerapnya pertemuan,bukan sekadar sharing masalah dan perasaan dan tidak sebatas pertolongan dari segi materi dan wang ringgit. Tapi yg diajarkan kpd kita,ukhwah fillah itu adalah apabila kita melihat wajahnya,akan mengingatkan kita pada Allah dan justeru bertambah iman kita.
Dalam kita lama berinteraksi dan menganyam ukhwah,kadang-kadang kita terlupa adab dalam berukhwah,jadilah perhubungan itu dingin,timbulnya konflik,prasangka demi prasangka dan seterusnya meretakbelahkan ukhwah itu sendiri.natijahnya, jalan yang dilalui terasa jenuh, hambar dan kosong. Betapa islam itu syumul,hadir dalam satu pakej lengkap,sehinggakan adab dalam berukhwah turut dititik beratkan.
Mendahulukan baik sangka
Ummu Ayyub Al-Anshari menunjukkan teladan yang sangat baik dalam hal ini. ketika umat islam dilanda peristiwa hadits ifki, Ummu Ayyub tampil dengan penuh yakin menjawab pertanyaan suaminya.
"jika aku berada di tempat Aisyah,nescaya aku tidak akan melakukan yang demikian itu terhadap rasulullah, sedangkan Aisyah jauh lebih baik dariku."
Nah,mampukah kita berbaik sangka dengan saudara seakidah kita seteguh itu? Sedangkan menunggu teman yang hadir lewat dari waktu yang dijanjikan sahaja sudah menimbulkan prasangka dan bara di hati kita. Membaca tulisan sahabat kita saja sudah menimbulkan prasangka, merasakan seolah-olah tulisan itu untuk menyindir kita,lantas berkecil hati. wajarlah Allah menyuruh kita menjauhi prasangka dalam firmanNya :
"wahai orang-orang yang beriman!jauhilah banyak dari prasangka,sesungguhnya sebahagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan jangnalah ada sebahagian antara kamu yang menggunjing sebahagian yang lain.Apakah ada di antara kamu yang suka makan daging saudaranya yang sudah mati?tentu kamu merasa jijik. dan bertaqwalah kepada Allah,sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang,"(49;12)
akhwati fillah,berbaik sangkalah selagi belum ditemukan penjelasan.Yakinlah tidak mungkin saudara seakidah dan seperjuangan kita cuba menzalimi kita apatah lagi membelakangkan perintah Allah. Cuma mungkin adakalanya khilaf,dan berbuat kesilapan. Tatkala ditemukan penjelasan, maka bantulah ia dengan cara yang paling baik. Prasangka hanya akan menyesakkan dada,menyerabutkan akal fikiran,melarikan fokus,menimbulkan curiga dan mewujudkan jurang dalam ukhwah. Berbaik sangkalah,nescaya engkau akan menemukan kelapangan dalam hatimu,kejernihan dalam akal fikiranmu,sehingga engkau mampu menilai dengan neraca iman. Tiada apa yang akan merisaukanmu kerana engkau tahu kuasa tertinggi yang Maha Berkuasa sungguh Maha Tahu setiap yang berlaku,tiada satu pun yang tersembunyi dari pengetahuanNya.
No comments:
Post a Comment